PESYARATAN MELANGSUNGKAN PROSESI PERMENIKAHAN

0
59
views
manfaat nikah muda
ilustrasi menikah dalam usia muda

syaratsyarat.com, – Sebagai manusia, menikah adalah sebuah keharusan bagi yang telah mencapai umur akhil balig. Bahkan, menikah adalah perkara yang harus disegerakan jika seorang pria atau perempuan dianggap telah mapan dan siap untuk melangsungkan pernikahan.

Dalam perintah agama Islam, menikah bahkan perkara yang harus dikerjakan lebih dahulu jika kita temukan dua perkara dalam waktu yang bersamaan, yaitu perkara menshalatkan mayit dan menghadiri pernikahan, maka, pernikahan adalah perkara yang harus kita utamakan.

Dalam prosesnya menikah membutuhkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, dan dalam artikel ini akan dibahas tentang persyaratan tersebut.

Prosedur pertama dalam prosesi pernikahan di KUA adalah Anda harus memenuhi beberapa persyaratannya berikut ini yaitu :

  1. Surat keterangan untuk nikah (model N1),
  2. Surat keterangan asal-usul (model N2),
  3. Surat persetujuan mempelai (model N3),
  4. Surat keterangan tentang orang tua (model N4),
  5. Surat pemberitahuan kehendak nikah (model N7) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  6. Bukti imunisasi TT(Tetanus Toxoid) 1 calon pengantin wanita, Kartu imunisasi, dan Imunisasi TT II dari Puskesmas setempat.
  7. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000,-.
  8. Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orang tua/wali;
  9. Pas foto ukuran 3 x 2 sebanyak 3 lembar;
  10. Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi calon istri yang belum berumur 16 tahun;
  11. Bagi anggota TNI/POLRI membawa surat izin dari atasan masing-masing;
  12. Surat izin Pengadilan bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang;
  13. Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989;
  14. Surat keterangan tentang kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda/duda yang akan menikah.

Sedangkan dalam proses pengurusan Surat Nikah ke KUA, Anda harus memenuhi hal-hal berikut ini :

CALON SUAMI

  1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 & N4.
  2. Datang ke KUA setempat untuk mendapatkan Surat Pengantar/Rekomendasi Nikah (Jika calon Istri beralamat lain daerah/Kecamatan).
  3. Jika calon Istri sedaerah/Kecamatan, berkas calon Suami diserahkan ke pihak calon Istri.

LAMPIRAN

  1. Fotokopi KTP,
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK).
  3. Pas Foto 3 x 4 = 2 lembar, jika calon istri luar daerah,
  4. Pas Foto 2 x 3 = 5 lembar, jika calon istri sedaerah/Kecamatan

CALON ISTRI

  1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 & N4.
  2. Datang ke KUA setempat untuk mendaftarkan Nikah dan pemeriksaan administrasi (bersama Wali dan calon suami)
  3. Calon Suami dan Calon Istri sebelum pelaksanaan nikah akan mendapatkan Penasihatan Perkawinan dari BP4.

LAMPIRAN

  1. Fotokopi KTP,
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK) caten.
  3. Fotokopi Kartu Imunisasi TT
  4. Pas Foto latar biru ukuran 2 X 3 masing-masing caten 5 lembar.
  5. Akta Cerai dari PA bagi janda/ duda cerai.
  6. Dispensasi Pengadilan Agama bila usia kurang dari 16 tahun dan 19 tahun.
  7. Izin atasan bagi anggota TNI/ POLRI
  8. Surat Keterangan Kematian Ayah bila sudah meninggal
  9. Surat Keterangan Wali jika Wali tidak sealamat dari Kelurahan setempat
  10. Dispensasi Camat bila kurang dari 10 hari
  11. N5 (surat izin orang tua) bila usia caten kurang dari 21 tahun
  12. N6 (Surat Kematian suami/istri) bagi janda/duda meninggal dunia.

Karna Menikah adalah penyempurna agama Islam seseorang (anak muda), dan juga kebutuhan pokok manusia yang sudah menginjak usia baligh. Kalau mereka sudah menggangap diri mereka sudah mampu untuk melanjut ke jenjang pernikahan jagan pernah bapak/ibu untuk melarang anak anda untuk menikah, karna kalu Bapak/Ibu mlarang mreka maka bias-bisa hal yang Bapak/Ibuk Tidak inginkan bisa Terjadi pada Anak anda masing-masing dan bias juga membuat anak Bapak/Ibu menjadi GALAU (pikirannya tidak menjadi karuan), maka oleh karna itu jangan pernah melarang anak anda untuk menikah di usia mudanya.  

Nasehat untuk Orangtua

Kepada para orangtua, janganlah menghalangi anaknya dalam melakukan ibadah kepada Allah, jangan memberat-beratkan anak dalam melakukan ibadah kepada Allah, dan nikah adalah ibadah, nikah adalah penyempurna Islam

Maka, ketika anak ingin menikah, dukung sepenuhnya, jangan membuat ia meragu, tapi yakinkan ia, luruskan niatnya hanya karena Allah.(syaratsyarat.com/**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.